MENGENAL PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL INDONESIA

Selamat datang di www.sth.sttbi.ac.id, -website resmi Program Studi Sarjana Teologi, Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia. Halaman ini berisi informasi seputar Program Studi Sarjana Teologi, Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia. Setelah membaca artikel ini, kami berharap anda mendapat informasi yang cukup dan benar, terutama bagi anda yang hendak mendaftarkan diri untuk studi teologi pada Program Studi Sarjana Teologi, Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia.

  1. Apa itu Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (STTBI)?
    • Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia atau STTBI adalah sekolah tinggi teologi milik Sinode Gereja Bathel Indonesia (Sinode GBI). Dahulu bernama Institut Theologia dan Keguruan Indonesia (ITKI). Oleh karena munculnya peraturan pemerintah dalam bidang pendidikan, pada tahun 2008 berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia.
  2. Siapa pendiri Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia?
    • Ho Lukas Senduk, biasa disebut H.L. Senduk, yang memiliki nama Tionghoa, Ho Liong Seng, yang juga sebagai pendiri Sinode Gereja Bethel Indonesia.
  3. Kapan Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia didirikan?
  4. Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia, beraliran apa?
    • Sebagai sekolah tinggi teologi yang dilahirkan dari rahim Sinode GBI, maka STTBI merupakan sekolah tinggi teologi yang mewarisi dan menghidupi tradisi dan teologi pentakostal.
  5. Apakah STTBI percaya akan bahasa lidah dan manifestasi Roh Kudus?
    • Ya!
  6. Ada berapa Program Studi di STTBI?
  7. Lulusan Program Studi Sarjana Teologi (S-1 Teologi) STTBI diarahkan menjadi apa?
    • Program Studi Sarjana Teologi menetapkan lulusannya untuk diarahkan menjadi [1] Gembala Sidang; atau [2] Pelayan Pastoral; atau [3] Misionaris.
  8. Apa gelar akademik yang akan diperoleh?
    • S.Th, Sarjana Teologi.
  9. Apa saja yang akan dipelajari pada Program Studi Sarjana Teologi? g
    • s
  10. Karakter apa yang ditetapkan untuk diwarisi oleh mahasiswa?
    • Karakter seorang pelayan, yang bertanggungjawab dan dapat dipercaya, yang melayani Tuhan dan sesama dengan cakap, sepenuh hati, dan berintegritas, yang selalu berorientasi pada upaya merawat persekutuan.
    • E-CHRIST
  11. d