Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia), yang sebelumnya dikenal sebagai Institut Theologi dan Keguruan Indonesia (ITKI), memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1953. Pada saat itu, Pdt. Dr. H. L. Senduk mendapat visi dari Tuhan untuk menyelenggarakan pendidikan teologi bagi mereka yang terpanggil menjadi hamba Tuhan.
Timeline Sejarah Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia
- Tahun 1953: Pdt. Dr. H. L. Senduk diberi visi untuk menyelenggarakan pendidikan teologi. Pada 4 Agustus 1953, beliau mengumpulkan pejabat gereja GBIS di GBIS Petamburan, Jakarta, untuk mendirikan Sekolah Penginjil, yang bertujuan menyediakan tenaga pelayan bagi gereja dan masyarakat.
- Tahun 1968: Sekolah Penginjil berkembang menjadi Sekolah Pendidikan Guru Agama Kristen (SPGAK) dan Akademi Theologia Bethel (ATB), menawarkan gelar Sarjana Muda Teologi dengan durasi 4 tahun.
- Tahun 1980: Program Sarjana Muda (ATB) dikembangkan menjadi program Sarjana Theologi (S1 Teologi) dengan nama Pendidikan Tinggi Teologi (PTT). Dibuka juga program Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S1 PAK) di bawah naungan Departemen Agama RI.
- Tahun 1981: PTT dan PTAK disatukan menjadi Institut Theologia dan Keguruan Indonesia (ITKI) dengan dua fakultas: Fakultas Pendidikan Agama Kristen dan Fakultas Theologia.
- Tahun 1983: Seminari Bethel berubah menjadi Lembaga Pendidikan Theologia Bethel Jakarta (LPTBJ) berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Bimas Kristen. LPTBJ menaungi ITKI, Pendidikan Guru Agama Kristen, dan Sekolah Penginjil. ITKI mengembangkan Fakultas Misiologi. Tahun 1991: ITKI membuka program Master of Art in Church Ministry (MACM) bekerjasama dengan School of Theology, Tennessee. Program MACM berkembang menjadi Magister Divinitas (M.Div.), dengan ijin pada tahun 2020 dan akreditasi tahun 2022.
- Tahun 2006: ITKI membuka program Magister Teologi, Magister Pendidikan Agama Kristen, dan Magister Pastoral Konseling. Pembukaan Program Studi Magister Pastoral Konseling didasarkan pada SK Bimas Kristen. Tahun 2010: ITKI mengajukan perubahan nama karena tidak diperkenankan menggunakan istilah “Institut” dan “Fakultas”. Berdasarkan SK Dirjen Bimas Kristen, ITKI resmi berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia).
- Tahun 2015: Program Studi Magister Pastoral Konseling mendapatkan akreditasi dari pemerintah. Sekarang, Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia terus berkembang dan berkomitmen menyediakan pendidikan teologi yang unggul dan relevan bagi masyarakat dan gereja.” Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia), yang sebelumnya dikenal sebagai Institut Theologi dan Keguruan Indonesia (ITKI), memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1953. Pada saat itu, Pdt. Dr. H. L. Senduk mendapatkan visi dari Tuhan untuk menyelenggarakan pendidikan teologi bagi mereka yang terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan.
- Pada tahun 1953, Pdt. Dr. H. L. Senduk diberi visi untuk menyelenggarakan pendidikan teologi. Pada tanggal 4 Agustus 1953, beliau mengumpulkan pejabat gereja GBIS di GBIS Petamburan, Jakarta, untuk mendirikan Sekolah Penginjil, yang bertujuan menyediakan tenaga pelayan bagi gereja dan masyarakat.
- Pada tahun 1968, Sekolah Penginjil berkembang menjadi Sekolah Pendidikan Guru Agama Kristen (SPGAK) dan Akademi Theologia Bethel (ATB), yang menawarkan gelar Sarjana Muda Teologi dengan durasi 4 tahun. Kemudian, pada tahun 1980, program Sarjana Muda (ATB) dikembangkan menjadi program Sarjana Theologi (S1 Teologi) dengan nama Pendidikan Tinggi Teologi (PTT). Selain itu, program Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S1 PAK) juga dibuka di bawah naungan Departemen Agama RI.
- Pada tahun 1981, PTT dan PTAK disatukan menjadi Institut Theologia dan Keguruan Indonesia (ITKI) dengan dua fakultas, yaitu Fakultas Pendidikan Agama Kristen dan Fakultas Theologia. Dua tahun kemudian, pada tahun 1983, Seminari Bethel berubah nama menjadi Lembaga Pendidikan Theologia Bethel Jakarta (LPTBJ) berdasarkan keputusan dari Direktorat Jenderal Bimas Kristen. LPTBJ menaungi tiga unit pendidikan, yaitu ITKI, Pendidikan Guru Agama Kristen, dan Sekolah Penginjil. Selain itu, ITKI juga mengembangkan Fakultas Misiologi.
- Pada tahun 1991, ITKI membuka program Master of Art in Church Ministry (MACM) bekerja sama dengan School of Theology, Tennessee (sekarang Pentecostal Theology Seminary). Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan gereja dan kemudian berkembang menjadi program Magister Divinitas (M.Div.), yang mendapatkan izin pada tahun 2020 dan akreditasi pada tahun 2022.
- Pada tahun 2006, ITKI membuka program Magister Teologi, Magister Pendidikan Agama Kristen, dan Magister Pastoral Konseling. Pembukaan Program Studi Magister Pastoral Konseling ini didasarkan pada SK Bimas Kristen. Pada tahun 2010, ITKI mengajukan perubahan nama kepada Dirjen BIMAS Kristen, Departemen Agama RI, karena tidak diperkenankan lagi menggunakan istilah “Institut” dan “Fakultas”. Berdasarkan SK Dirjen Bimas Kristen, ITKI resmi berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia).
- Saat ini, Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia terus berkembang dan berkomitmen menyediakan pendidikan teologi yang unggul dan relevan bagi masyarakat dan gereja. Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia bertujuan untuk menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gereja lokal tetapi juga memberikan kontribusi bagi perkembangan teologi di Indonesia dan dunia.









