KURIKULUM TAHUN 2022
PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL INDONESIA
BUKU KURIKULUM
PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL INDONESIA
KURIKULUM TAHUN 2022
Dokumen ini menyajikan seluruh mata kuliah Program Studi Sarjana Teologi berdasarkan struktur Kurikulum Tahun 2022, dikelompokkan menurut semester. Deskripsi mata kuliah dirumuskan berdasarkan Kurikulum 2022 dan RPS mata kuliah yang telah disusun. Prasyarat menunjukkan mata kuliah yang ditetapkan sebagai prasyarat dalam RPS.
SEMESTER 1
Total Beban Studi: 24 SKS
Mata kuliah Bahasa Indonesia berfokus pada pengembangan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, mencakup kemampuan menulis, membaca, berbicara, dan mendengarkan. Mahasiswa diajarkan mengenai struktur tata bahasa, penggunaan ejaan yang tepat, serta keterampilan penulisan formal dan ilmiah. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah Bahasa Inggris 1 memperkenalkan mahasiswa pada pandangan sosio-kultural bahwa menggunakan bahasa asing merupakan peluang penting. Mahasiswa dipersiapkan untuk menguasai bahasa Inggris guna meningkatkan efektivitas dalam pelayanan praktis. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Secara sederhana, logika dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang berpikir. Mata kuliah ini mencakup pengenalan logika, pentingnya mempelajari logika, hakikat dan sejarahnya, hambatan dalam berpikir dan solusinya, fungsi penalaran dan bahasa, definisi dan tujuannya, sesat pikir, penalaran induktif dan deduktif, serta teknik penarikan kesimpulan dan berargumentasi. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini mempelajari Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia, dengan penekanan pada penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa akan mendalami sejarah pembentukan Pancasila, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta relevansinya dalam konteks teologi masa kini. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Perkuliahan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis bagi mahasiswa teologi (S1) dalam pelayanan gereja. Selain itu, mahasiswa akan dilatih untuk mengajar dengan efektif dan efisien, serta mempelajari pendekatan, model, metode, dan teknik pelayanan yang relevan bagi jemaat dari berbagai generasi. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini memberikan pengenalan komprehensif tentang Perjanjian Baru, mencakup sejarah, latar belakang, dan isi dari kitab-kitabnya. Mahasiswa akan mempelajari konteks historis dari penulisan teks-teks Perjanjian Baru. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini memperkenalkan Perjanjian Lama, termasuk sejarah, komposisi, dan konteks kitab-kitabnya. Mahasiswa akan mengeksplorasi bagaimana teks-teks ini mencerminkan sejarah dan budaya Israel kuno. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dasar tentang metode penelitian ilmiah, meliputi pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Mahasiswa akan mempelajari proses perumusan masalah penelitian, pengembangan hipotesis, desain penelitian, serta teknik pengumpulan dan analisis data. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini menyajikan pengantar tentang sosiologi umum dan sosiologi agama, mencakup konsep dasar sosiologi agama, hakikat dan fungsinya, serta interelasi agama dan dinamika masyarakat. Agama dipelajari sebagai sistem budaya dan dampaknya dalam kehidupan sosial. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini memfokuskan pada pengembangan karakter dan keterampilan interpersonal yang esensial dalam kehidupan pribadi dan profesional. Mata kuliah ini juga menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan etika sebagai dasar dari kepribadian yang kuat dan berintegritas. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Psikologi Umum adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia secara keseluruhan. Mata kuliah ini membahas sejarah perkembangan psikologi, konsep-konsep psikologi, dinamika perilaku manusia, pendekatan dalam mempelajari perilaku, gejala-gejala mental, kecerdasan, perkembangan, kepribadian, dan teknik memahami perilaku manusia. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
SEMESTER 2
Total Beban Studi: 24 SKS
Mata kuliah ini memperkenalkan antropologi budaya dan etnologi sebagai alat untuk memberitakan Injil di masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam. Mahasiswa diharapkan dapat melakukan pendekatan yang tepat dalam pelayanan di tengah masyarakat multikultural. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah Bahasa Inggris 2 (ING-2) adalah lanjutan dari Bahasa Inggris 1 (ING-1), dan merupakan pengantar pada Theological English, yakni bahasa Inggris yang terkait dengan studi teologi. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Bahasa Inggris 1
Mata kuliah ini membahas penggunaan teknologi digital dan media dalam pelayanan gereja, termasuk untuk penginjilan, pengajaran, dan komunikasi dengan jemaat. Mahasiswa akan mempelajari berbagai platform digital seperti media sosial, situs web, dan aplikasi seluler, serta strategi untuk memaksimalkan jangkauan dan dampak pesan Kristen dalam dunia digital. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini membahas hubungan antara filsafat dan teologi, serta bagaimana pemikiran filosofis memengaruhi dan membentuk doktrin-doktrin teologis. Diskusi mendalam mencakup pertanyaan-pertanyaan ontologis dan epistemologis dalam konteks teologi Kristen. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini menelaah prinsip-prinsip dan strategi misi Kristen, mencakup sejarah misi, teologi misi, serta tantangan dalam penginjilan global. Mahasiswa akan mempelajari pendekatan misi seperti misi lintas budaya, pengembangan masyarakat, serta perintisan gereja di daerah yang belum terjangkau. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa akan diarahkan untuk memahami pengertian okultisme, bentuk-bentuknya, pandangan Alkitab, dampak keterlibatan dalam okultisme, serta cara mencegah dan membantu pelepasan orang yang terlibat okultisme. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Lanjutan dari Pembelajaran dan Pengetahuan Perjanjian Baru 1, mata kuliah ini mendalami studi Perjanjian Baru dengan fokus pada analisis mendalam terhadap kitab-kitab spesifik, termasuk surat-surat Paulus, surat-surat umum, dan Wahyu. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Materi dipelajari secara bertahap agar mahasiswa mampu membangun pemahaman konseptual sekaligus mengembangkan kemampuan penerapan.
Prasyarat: Pembelajaran dan Pengetahuan Perjanjian Baru 1
Lanjutan dari Pembelajaran dan Pengetahuan Perjanjian Lama 1, mata kuliah ini mendalami analisis literatur hikmat, puisi, dan apokaliptik dalam Perjanjian Lama. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Pembelajaran dan Pengetahuan Perjanjian Lama 1
Indonesia memiliki keragaman agama, suku, dan budaya, dengan Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar persatuan. Mata kuliah ini membahas pluralisme agama dan pentingnya nilai-nilai bersama untuk mendorong kerja sama antaragama tanpa menjadikan satu agama lebih unggul dari yang lain. Mata kuliah ini juga mengeksplorasi teologi dialog dalam konteks pertemuan antarumat beragama. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini mengeksplorasi teknik dan tantangan dalam melakukan penginjilan di berbagai konteks budaya, dengan pendekatan yang relevan dan peka terhadap perbedaan budaya. Mahasiswa akan mempelajari prinsip-prinsip kontekstualisasi Injil dan cara menyampaikan pesan Injil dengan tepat. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah Sejarah Gereja Umum membahas sejarah gereja sejak zaman para rasul hingga Reformasi. Mahasiswa akan mempelajari nilai-nilai sejarah gereja yang relevan untuk diterapkan dalam konteks modern. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Tidak ada
SEMESTER 3
Total Beban Studi: 23 SKS
Mata kuliah ini memperkenalkan dasar-dasar bahasa Ibrani, dengan fokus pada tata bahasa, kosakata, dan keterampilan membaca teks Alkitab Perjanjian Lama dalam bahasa aslinya. Mahasiswa akan mempelajari alfabet Ibrani, morfologi kata, dan struktur kalimat dasar yang diperlukan untuk memahami teks Ibrani. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini memperkenalkan bahasa Yunani Koine, bahasa asli Perjanjian Baru, dengan fokus pada tata bahasa dasar, kosakata, dan keterampilan membaca. Mahasiswa akan mempelajari alfabet Yunani, morfologi dasar, serta struktur kalimat yang diperlukan untuk memahami teks Perjanjian Baru. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Etika Kristen 1 membahas dasar-dasar etika dari perspektif Kristen, dengan fokus pada pengambilan keputusan etis yang bertanggung jawab sesuai dengan Firman Tuhan dan Kehendak Allah, serta isu-isu etika yang berkembang di masyarakat. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan. Materi dipelajari secara bertahap agar mahasiswa mampu membangun pemahaman konseptual sekaligus mengembangkan kemampuan penerapan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini membahas sejarah, doktrin, dan dinamika pelayanan Gereja Bethel Indonesia (GBI). Mahasiswa akan mempelajari perkembangan GBI dari awal hingga menjadi gerakan global dan peranannya dalam masyarakat Indonesia. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini memperkenalkan prinsip dasar hermeneutika, seni dan ilmu dalam menafsirkan teks, khususnya teks Alkitab. Mahasiswa akan dibekali dengan keterampilan dasar penafsiran, mulai dari prinsip umum hingga metode khusus dalam penafsiran Alkitab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini mengajarkan seni dan ilmu berkhotbah, termasuk teknik penyusunan, penyampaian, dan evaluasi khotbah. Mahasiswa akan belajar berbagai model khotbah, seperti ekspositoris, topikal, dan naratif, serta mengikuti latihan praktis untuk meningkatkan keterampilan berkhotbah. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini membahas aspek manajemen dan administrasi gereja, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, fasilitas, serta program pelayanan. Mahasiswa akan mempelajari prinsip dasar manajemen seperti perencanaan strategis, pengorganisasian, kepemimpinan, serta pengendalian dalam konteks gereja. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini mengkaji dasar-dasar pelayanan pastoral, termasuk peran gembala dalam membimbing, mendampingi, serta mengajar jemaat. Mahasiswa akan mempelajari tugas-tugas pastoral secara praktis. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini mempelajari sejarah masuk dan pertumbuhan gereja di Indonesia secara umum, mencakup metode misi, serta tantangan yang dihadapi gereja dalam berhubungan dengan masyarakat lokal dan pemerintah dari abad ke-16 hingga abad ke-21. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini berfokus pada doktrin-doktrin Pentakosta klasik serta perkembangan teologinya, juga perubahan paradigma yang muncul akibat pengaruh neo-Pentakostalisme. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
SEMESTER 4
Total Beban Studi: 22 SKS
Sebagai kelanjutan dari Bahasa Ibrani 1, mata kuliah ini memperdalam keterampilan membaca dan memahami teks Alkitab Ibrani, dengan fokus pada teks-teks yang lebih kompleks. Mahasiswa akan mempelajari struktur gramatikal yang lebih lanjut, analisis sintaksis, dan pemahaman konteks leksikal. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Bahasa Ibrani 1
Sebagai lanjutan dari Bahasa Yunani 1, mata kuliah ini memperdalam studi bahasa Yunani Koine dengan fokus pada struktur gramatikal yang lebih kompleks dan analisis teks Perjanjian Baru. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Bahasa Yunani 1
Etika Kristen 2 merupakan kelanjutan dari Etika Kristen 1, yang berfokus pada penerapan etika Kristen dalam kehidupan gereja, bangsa, dan masyarakat. Mata kuliah ini mengarahkan mahasiswa untuk menyelesaikan masalah-masalah etis dengan tanggung jawab berdasarkan prinsip etika Kristen. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Etika 1
Sebagai lanjutan dari Hermeneutika 1, mata kuliah ini memperdalam studi hermeneutika dengan fokus pada penafsiran genre-genre dalam Perjanjian Baru. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Hermeneutika 1
Sebagai kelanjutan dari Homiletika 1, mata kuliah ini memperdalam kemampuan berkhotbah dengan menekankan berbagai variasi gaya, relevansi konteks, serta isu-isu khusus dalam pelayanan khotbah. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Homiletika 1
Mata kuliah ini mempelajari prinsip-prinsip kepemimpinan Kristen dalam menghadapi tantangan dunia modern. Mahasiswa akan mengeksplorasi model-model kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Alkitabiah serta penerapannya dalam konteks pelayanan di gereja, organisasi Kristen, maupun masyarakat. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan. Materi dipelajari secara bertahap agar mahasiswa mampu membangun pemahaman konseptual sekaligus mengembangkan kemampuan penerapan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini mempelajari peran musik dalam ibadah Kristen, termasuk pengelolaan paduan suara, pemilihan lagu, serta pemahaman teologis tentang musik. Mahasiswa juga akan mempelajari sejarah musik gereja, genre musik rohani, dan bagaimana musik mendukung liturgi serta pengajaran firman Tuhan. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini membahas sejarah gerakan oikumene dan perkembangannya, serta membangun kesadaran terhadap nilai-nilai oikumene menuju keesaan gereja. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Sebagai lanjutan dari mata kuliah Pastoral 1, mata kuliah ini memperdalam keterampilan pastoral, dengan menitikberatkan pada tantangan dan dinamika pelayanan jemaat yang lebih kompleks. Mahasiswa akan mempelajari strategi-strategi untuk menghadapi situasi sulit, seperti krisis iman, konflik internal, serta perubahan yang terjadi dalam jemaat. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Pastoral 1
Mata kuliah ini memberikan pengantar kepada teologi sistematika, membahas topik-topik seperti malaikat, manusia, gereja, dan Roh Kudus, serta pentingnya teologi sistematika dalam pengembangan pelayanan gereja. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Tidak ada
SEMESTER 5
Total Beban Studi: 23 SKS
Mata kuliah ini membahas definisi dogma dan dogmatika, serta doktrin-doktrin seperti penyataan Allah, doktrin tentang Alkitab, Allah, penciptaan, dan manusia. Mahasiswa akan dibekali pemahaman yang benar dan Alkitabiah sebagai landasan untuk mempelajari doktrin-doktrin lanjutan serta melayani gereja dan masyarakat. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini mengajarkan metode dasar eksegese (penafsiran) teks Perjanjian Baru, dengan tujuan menggali makna asli teks dalam konteks historis, budaya, dan teologis. Mahasiswa akan menganalisis konteks penulisan dan audiens surat-surat Perjanjian Baru, serta melakukan praktik eksegese terhadap perikop-perikop penting. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Bahasa Yunani 1 dan Hermeneutika 1
Mata kuliah ini mengajarkan metode eksegese teks Perjanjian Lama dengan fokus pada analisis historis, literatur, dan teologis. Mahasiswa akan mempelajari cara menginterpretasikan teks Perjanjian Lama dalam konteks budaya dan sejarah Israel kuno. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan. Materi dipelajari secara bertahap agar mahasiswa mampu membangun pemahaman konseptual sekaligus mengembangkan kemampuan penerapan.
Prasyarat: Bahasa Ibrani 1 dan Hermeneutika 1
Mata kuliah Ilmu Perintisan Gereja membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan aplikatif yang relevan dengan studi teologi dan pelayanan gerejawi. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Misiologi
Mata kuliah ini mengajarkan keterampilan komunikasi dalam memberitakan Injil, dengan fokus pada penggunaan media modern dan pendekatan yang efektif. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar konseling pastoral, mencakup prinsip-prinsip, teknik, serta etika dalam memberikan bimbingan spiritual dan emosional kepada individu maupun kelompok. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajarkan untuk memahami pengertian liturgi, perkembangan sejarahnya, simbol-simbol, serta elemen-elemen liturgi. Mahasiswa juga akan dilatih untuk menyusun model liturgi ibadah. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini membahas strategi dan metode untuk membina jemaat dalam hal pengembangan iman, karakter, serta keterampilan pelayanan. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini menggabungkan teori statistik dengan aplikasi praktis dalam metodologi penelitian. Mahasiswa akan belajar cara mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data menggunakan berbagai metode statistik untuk analisis kuantitatif. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Pengantar Metode Penelitian
Mata kuliah ini mengeksplorasi tema-tema utama dalam teologi Perjanjian Baru, seperti keselamatan, kerajaan Allah, dan peran Kristus dalam penebusan. Mahasiswa akan mempelajari bagaimana konsep-konsep ini dikembangkan dalam teks-teks Perjanjian Baru. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Materi dipelajari secara bertahap agar mahasiswa mampu membangun pemahaman konseptual sekaligus mengembangkan kemampuan penerapan.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini mengeksplorasi tema-tema utama dalam teologi Perjanjian Lama, seperti konsep Tuhan sebagai pencipta, perjanjian dengan umat Israel, dan hukum sebagai panduan hidup. Mahasiswa akan mempelajari relevansi tema-tema ini dalam konteks teologi Kristen. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
SEMESTER 6
Total Beban Studi: 22 SKS
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun proposal skripsi serta memahami teknis penulisan skripsi yang sesuai dengan ketentuan STT Bethel Indonesia. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Pengantar Metode Penelitian
Sebagai lanjutan dari Dogmatika 1, mata kuliah ini mendalami doktrin keselamatan, gereja, sakramen, dan eskatologi, memperlengkapi mahasiswa untuk pemahaman lebih dalam tentang dogma Kristen. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Dogmatika 1
Sebagai kelanjutan dari Eksegese Perjanjian Baru 1, mata kuliah ini memperdalam teknik eksegese dengan fokus pada analisis teks-teks Perjanjian Baru yang lebih kompleks. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Eksegese Perjanjian Baru 1 dan Bahasa Yunani 2
Sebagai kelanjutan dari Eksegese Perjanjian Lama 1, mata kuliah ini memperdalam teknik eksegese dengan fokus pada analisis teks yang lebih kompleks dan relevansi teologisnya dalam konteks masa kini. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Integrasi nilai Kristen dan spiritualitas Pentakosta menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengetahuan kepada tanggung jawab pelayanan.
Prasyarat: Eksegese Perjanjian Lama 1 dan Bahasa Ibrani 2
Mata kuliah ini memberikan pengenalan terhadap konsep dasar hukum dan hak asasi manusia (HAM), serta penerapannya dalam konteks nasional dan internasional. Mahasiswa akan mempelajari sejarah perkembangan hukum HAM dan instrumen hukum internasional yang melindungi hak-hak dasar manusia. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah ini membahas konsep dasar kewirausahaan, termasuk bagaimana mengembangkan pola pikir kewirausahaan, yang mencakup kemampuan untuk berinovasi, mengambil risiko, serta mengatasi kegagalan. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Tidak ada
Sebagai lanjutan dari Konseling Pastoral 1, mata kuliah ini memperdalam kemampuan konseling dengan fokus pada penanganan kasus-kasus yang lebih kompleks dan beragam. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Konseling Pastoral 1
Sebagai lanjutan dari Pembinaan Warga Gereja 1, mata kuliah ini mendalami isu-isu khusus dalam pembinaan jemaat, seperti pembinaan anak, remaja, dan keluarga. Mahasiswa akan mempelajari cara merancang dan melaksanakan program pembinaan yang spesifik, berkelanjutan, serta cara mengukur dampak dan efektivitas program tersebut. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Pembinaan Warga Gereja 1
Mata kuliah ini menelaah faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan gereja. Mahasiswa akan mempelajari model-model pertumbuhan gereja yang sukses dan cara menerapkannya dalam konteks gereja lokal, termasuk menganalisis hambatan seperti stagnasi, konflik internal, dan tantangan eksternal, serta cara mengatasinya. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
Sebagai kelanjutan dari Teologi Perjanjian Baru 1, mata kuliah ini mendalami isu-isu teologis yang lebih kompleks, seperti Kristologi Paulus, etika Kristen, dan eskatologi. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Teologi Perjanjian Baru 1
Lanjutan dari Teologi Perjanjian Lama 1, mata kuliah ini mendalami isu-isu teologis seperti keadilan ilahi, peran nabi, dan eskatologi dalam Perjanjian Lama, serta dampaknya pada teologi Kristen. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur. Dengan demikian, mata kuliah ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan melayani secara profesional.
Prasyarat: Teologi Perjanjian Lama 1
SEMESTER 7
Total Beban Studi: 10 SKS
Mata kuliah ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan lapangan. Mahasiswa akan ditempatkan di gereja lokal selama satu semester, dan akan didampingi oleh dosen pembimbing PPL yang memberikan arahan dan umpan balik selama proses pelayanan. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Pelayanan Terapan dan mata kuliah inti pelayanan yang relevan
Mata kuliah ini membantu mahasiswa memahami ajaran dasar dan keyakinan spiritual Pentakosta serta aplikasinya. Mahasiswa akan mempelajari pengajaran Pentakosta tentang keselamatan, kesembuhan ilahi, Roh Kudus, dan akhir zaman, yang dapat diimplementasikan di gereja lokal. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah Teologi Kontekstual membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan aplikatif yang relevan dengan studi teologi dan pelayanan gerejawi. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
SEMESTER 8
Total Beban Studi: 12 SKS
Mata kuliah Apologetika membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan aplikatif yang relevan dengan studi teologi dan pelayanan gerejawi. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah Pengembangan Organisasi membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan aplikatif yang relevan dengan studi teologi dan pelayanan gerejawi. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
Mata kuliah Skripsi adalah bagian akhir dari program studi yang menuntut mahasiswa untuk melakukan penelitian mandiri dan menyusun laporan penelitian sesuai dengan standar akademik. Mahasiswa akan mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing untuk memastikan penelitian berjalan dengan baik. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Penekanan diberikan pada ketelitian, integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Bimbingan Penulisan Skripsi dan Statistik dan Metodologi Penelitian
Mata kuliah Teologi Kontemporer membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan aplikatif yang relevan dengan studi teologi dan pelayanan gerejawi. Pembelajaran mengarahkan mahasiswa untuk membaca, memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menerapkan materi secara bertanggung jawab. Mahasiswa dilatih menghubungkan konsep dengan konteks pelayanan gerejawi, kebutuhan jemaat, kehidupan masyarakat, serta tantangan pelayanan masa kini. Kegiatan belajar dapat meliputi kajian teks, diskusi, studi kasus, latihan, presentasi, refleksi, dan penyusunan tugas akademik sesuai karakter mata kuliah. Pada akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pokok bahasan, menggunakan pengetahuan secara tepat, mengevaluasi persoalan yang relevan, serta merumuskan respons yang sesuai. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan pengetahuan dalam pelayanan yang kontekstual, etis, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan gereja serta masyarakat Indonesia. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan sikap reflektif, terbuka terhadap dialog, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber yang relevan dan kaidah akademik. Proses tersebut mendukung keterampilan analitis dan praktis yang diperlukan untuk menghadapi persoalan pelayanan secara sistematis dan terukur.
Prasyarat: Tidak ada
CATATAN AKADEMIK
Kurikulum 2022 Program Studi Sarjana Teologi STT Bethel Indonesia memuat lima bahan kajian utama: IPTEKS, Biblika, Historika, Sistematika, dan Praktika. Struktur mata kuliah disajikan berdasarkan sebaran semester dalam Kurikulum 2022. Beban mata kuliah yang ditampilkan mencakup seluruh mata kuliah yang tersedia dalam struktur tersebut, termasuk mata kuliah pilihan/pengayaan.
SEMESTER 1
SEMESTER 2
SEMESTER 3
SEMESTER 4
SEMESTER 5
SEMESTER 6
SEMESTER 7
SEMESTER 8
📝 Klik, kembali ke Kurikulum Tahun 2025 Program Studi Sarjana Teologi