KURIKULUM PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL INDONESIA
BUKU KURIKULUM
PROGRAM STUDI SARJANA TEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL INDONESIA
KURIKULUM TAHUN 2025
Dokumen ini menyajikan mata kuliah Program Studi Sarjana Teologi berdasarkan struktur Kurikulum Tahun 2025, dikelompokkan menurut semester. Deskripsi mata kuliah dirumuskan secara ringkas berdasarkan materi kurikulum dan RPS yang tersedia. Prasyarat menunjukkan mata kuliah yang harus telah lulus sebelum mahasiswa mengambil mata kuliah yang bersangkutan. Klik tanda + untuk melihat deskripsi mata kuliah.
SEMESTER 1
Total Beban Studi: 20 SKS
Mata kuliah ini membahas latar belakang, dunia sosial-budaya, geografis, kanon, struktur, isi, tema, dan karakteristik sastra Perjanjian Lama. Pembahasan diarahkan untuk membangun kerangka dasar agar mahasiswa mampu membaca kitab-kitab Perjanjian Lama secara terarah sebelum memasuki kajian yang lebih khusus. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan antara konteks sejarah, bentuk sastra, pesan teologis, dan kehidupan umat. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas konteks historis, sosial, politik, budaya, geografis, intertestamental, kanon, teks, serta tulisan-tulisan Injil. Pembahasan diarahkan untuk membangun kemampuan awal memahami dunia Perjanjian Baru secara utuh dan terstruktur. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan antara konteks dunia Perjanjian Baru, bentuk tulisan, pesan teologis, dan kehidupan gereja. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas aksara Ibrani, vokal, pelafalan, transliterasi, kosakata, morfologi, dan sintaksis sederhana. Pembahasan diarahkan untuk membangun fondasi membaca teks Ibrani secara bertahap. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada ketelitian membaca bentuk kata, mengenali unsur gramatikal, dan menerjemahkan teks sederhana. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas alfabet, pelafalan, kosakata, artikel, kata benda, kasus, pronomina, preposisi, dan bentuk verba dasar Yunani. Pembahasan diarahkan untuk membangun fondasi membaca teks Yunani Perjanjian Baru. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada ketelitian parsing, pengenalan fungsi gramatikal, dan penerjemahan teks sederhana. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas pemahaman teks, kosakata, tata bahasa, membaca, menulis, berbicara, dan komunikasi akademik. Pembahasan diarahkan untuk membangun kemampuan dasar Bahasa Inggris yang dapat digunakan dalam studi dan pelayanan. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada ketepatan bahasa, komunikasi efektif, dan penggunaan bahasa dalam konteks akademik teologi. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas Bahasa Indonesia yang baik, benar, efektif, komunikatif, serta keterampilan akademik. Pembahasan diarahkan untuk membangun kemampuan literasi dan komunikasi yang mendukung studi teologi. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada ketepatan struktur bahasa, penulisan akademik, presentasi, dan komunikasi pelayanan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas pengertian, hakikat, tujuan, ruang lingkup, sumber, metode, pendekatan, dan cabang-cabang teologi. Pembahasan diarahkan untuk membangun kerangka konseptual untuk memahami teologi sebagai disiplin akademik dan refleksi iman. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan Alkitab, iman, gereja, tradisi, konteks, dan praktik pelayanan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas orientasi pelayanan, disiplin pelayanan, observasi, kerja tim, keterlibatan praktis, dan refleksi. Pembahasan diarahkan untuk memperkenalkan hubungan antara pembelajaran teologi dan pengalaman pelayanan nyata. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada pembentukan sikap melayani, tanggung jawab, komunikasi, dan refleksi atas pengalaman. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
SEMESTER 2
Total Beban Studi: 20 SKS
Mata kuliah ini membahas kitab-kitab puisi dan hikmat serta kitab-kitab nabi beserta konteks historis, sosial-budaya, struktur, isi, tema, dan pesan teologis. Pembahasan diarahkan untuk memperdalam kerangka studi Perjanjian Lama yang telah dibangun pada tahap sebelumnya. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada keterkaitan bentuk sastra, konteks, tema, dan kontribusi teologis kitab-kitab. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BIB101
Mata kuliah ini membahas Kisah Para Rasul, surat-surat Paulus, surat-surat umum, Wahyu, gereja mula-mula, struktur, tema, dan pesan teologis. Pembahasan diarahkan untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap keseluruhan kesaksian Perjanjian Baru. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan antara tulisan, konteks gereja mula-mula, dan pesan teologis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BIB102
Mata kuliah ini membahas morfologi, sintaksis, sistem verba, analisis bentuk kata, penggunaan leksikon, pembacaan, dan penerjemahan teks Ibrani. Pembahasan diarahkan untuk memperdalam kemampuan Bahasa Ibrani yang telah dibangun pada tingkat pertama. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada ketelitian analisis gramatikal dan kesiapan menggunakan bahasa sumber dalam studi Perjanjian Lama. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BAS101
Mata kuliah ini membahas morfologi, sintaksis, sistem verba, parsing, penggunaan leksikon, pembacaan, dan penerjemahan teks Yunani. Pembahasan diarahkan untuk memperdalam kemampuan Bahasa Yunani yang telah dibangun pada tingkat pertama. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada ketelitian analisis gramatikal dan kesiapan menggunakan bahasa sumber dalam studi Perjanjian Baru. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BAS102
Mata kuliah ini membahas membaca literatur akademik, kosakata, tata bahasa, menulis, berbicara, presentasi, dan komunikasi. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik dan pelayanan pada tingkat yang lebih lanjut. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada kemampuan memahami literatur, menyusun gagasan, dan menyampaikan gagasan secara efektif. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PKW101
Mata kuliah ini membahas proposisi, penalaran, validitas, kekeliruan berpikir, analisis argumen, dan berpikir sistematis. Pembahasan diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan argumentatif. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada penerapan penalaran yang tertib dalam studi teologi dan penelitian. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas hubungan filsafat dan teologi, iman dan rasio, epistemologi, bahasa teologis, metafisika, keberadaan Allah, problem kejahatan, kebebasan, dan tanggung jawab manusia. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa memahami persoalan filosofis yang berhubungan dengan refleksi teologis. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada pembentukan argumentasi teologis yang kritis, koheren, dan bertanggung jawab. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO101
Mata kuliah ini membahas keterlibatan pelayanan yang lebih terarah, tanggung jawab, komunikasi, kerja tim, dan refleksi teologis. Pembahasan diarahkan untuk melanjutkan pembentukan pengalaman pelayanan gerejawi dari tahap pengenalan menuju keterlibatan yang lebih aktif. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada keterhubungan pengalaman lapangan dengan pembelajaran dan refleksi teologis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL101
SEMESTER 3
Total Beban Studi: 24 SKS
Mata kuliah ini membahas sejarah, identitas, teologi, tata gereja, pelayanan, dan karakter Gereja Bethel Indonesia dalam konteks gerakan Pentakostal. Pembahasan diarahkan untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai identitas gerejawi dan karakter pelayanan GBI. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan sejarah, teologi, tata gereja, pelayanan, dan konteks Pentakostal. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO101
Mata kuliah ini membahas dasar etika Kristen, iman dan kehidupan moral, pembentukan karakter, pengambilan keputusan etis, dan penerapan prinsip Alkitab. Pembahasan diarahkan untuk membangun kerangka berpikir etis untuk kehidupan pribadi, gerejawi, dan sosial. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada integrasi iman, karakter, tanggung jawab, dan keputusan etis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO101
Mata kuliah ini membahas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, sejarah perumusan, nilai dasar, kehidupan kebangsaan, kemajemukan, dan tanggung jawab warga negara. Pembahasan diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai kehidupan kebangsaan dalam konteks masyarakat Indonesia. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan nilai Pancasila, kemajemukan, etika sosial, dan tanggung jawab. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas teologi musik gerejawi, unsur musikal dalam ibadah, pemilihan dan pengembangan lagu, pelayanan musik, dan kerja tim. Pembahasan diarahkan untuk membangun pemahaman teologis dan praktis tentang musik dalam ibadah. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan musik, partisipasi jemaat, pelayanan tim, dan tujuan ibadah. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas kepemimpinan hamba, karakter Kristus, komunikasi, pengambilan keputusan, pengelolaan tim, penyelesaian konflik, dan kepemimpinan gereja. Pembahasan diarahkan untuk membentuk kemampuan kepemimpinan yang berkarakter Kristus. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada integrasi karakter, komunikasi, tanggung jawab, pengelolaan tim, dan pelayanan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL102
Mata kuliah ini membahas teori dan praktik penafsiran Alkitab dengan konteks historis, gramatikal, literer, sosial-budaya, dan teologis. Pembahasan diarahkan untuk membangun kemampuan menafsirkan teks Alkitab secara terarah dan bertanggung jawab. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan teks, penafsir, konteks, bahasa sumber, dan penerapan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BAS103 + BAS104
Mata kuliah ini membahas hubungan teologi dan teknologi, media digital, komunikasi, kecerdasan buatan, etika digital, komunitas, dan pelayanan gereja di ruang digital. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan membaca perkembangan teknologi dari perspektif teologis. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada peluang, tantangan, tanggung jawab, dan praktik pelayanan dalam lingkungan digital. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO101
Mata kuliah ini membahas pengertian teologi historika, perkembangan pemikiran dan doktrin Kristen, sejarah gereja, tradisi, konteks, dan perkembangan teologi. Pembahasan diarahkan untuk memberikan kerangka untuk memahami perubahan pemikiran teologis sepanjang perjalanan gereja. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan sejarah, tradisi, konteks, dan perkembangan doktrin. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO101
Mata kuliah ini membahas perkembangan gereja Barat, tokoh, gerakan, peristiwa penting, perubahan institusional, serta kontribusi terhadap pemikiran gereja. Pembahasan diarahkan untuk membangun pemahaman historis mengenai perkembangan Kekristenan di dunia Barat. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada keterkaitan peristiwa sejarah, perubahan gerejawi, dan perkembangan pemikiran. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO201
Mata kuliah ini membahas keterlibatan pelayanan yang lebih bertanggung jawab, pelayanan anak/Sekolah Minggu, perencanaan kegiatan, komunikasi, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Pembahasan diarahkan untuk memperluas pengalaman praktik pelayanan dengan tanggung jawab yang meningkat. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kerja tim, dan refleksi teologis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL102
SEMESTER 4
Total Beban Studi: 24 SKS
Mata kuliah ini membahas agama-agama lokal Nusantara, budaya, masyarakat, tradisi, identitas, ritual, nilai, dan perubahan sosial. Pembahasan diarahkan untuk membangun kepekaan mahasiswa terhadap keragaman agama dan budaya lokal. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada pemahaman konteks, penghargaan terhadap keberagaman, dan kesiapan pelayanan yang peka budaya. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas pendekatan teologis terhadap Islam, Hindu, Buddha, dan Konghucu, dialog, kesaksian Kristen, dan kehidupan bersama. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan pemahaman teologis dan kemampuan berdialog dalam masyarakat majemuk. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada relasi antara iman Kristen, pemahaman agama lain, kesaksian, dialog, dan kehidupan bersama. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO101
Mata kuliah ini membahas hakikat penggembalaan, pemeliharaan jemaat, pendampingan, kunjungan pastoral, pelayanan krisis, pembinaan rohani, dan pelayanan kontekstual. Pembahasan diarahkan untuk membangun kemampuan dasar pelayanan pastoral yang berorientasi pada kebutuhan jemaat. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada integrasi kepedulian, pendampingan, pembinaan, dan refleksi teologis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL205
Mata kuliah ini membahas dasar teologis dan praktik konseling pastoral, mendengar, mendampingi, konseling individu dan keluarga, krisis, kerahasiaan, empati, dan batas profesional. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan keterampilan konseling pastoral yang etis dan bertanggung jawab. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan antara pendampingan, empati, etika, kerahasiaan, dan kebutuhan konseli. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL206
Mata kuliah ini membahas analisis gramatikal, historis, literer, dan teologis terhadap teks Perjanjian Lama serta penggunaan bahasa sumber dan perangkat eksegetis. Pembahasan diarahkan untuk menerapkan prinsip hermeneutika secara langsung pada teks Perjanjian Lama. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan hasil analisis teks dengan interpretasi dan pemahaman teologis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BIB201
Mata kuliah ini membahas analisis gramatikal, historis, literer, dan teologis terhadap teks Perjanjian Baru serta pemanfaatan Bahasa Yunani dan perangkat eksegetis. Pembahasan diarahkan untuk menerapkan prinsip hermeneutika secara langsung pada teks Perjanjian Baru. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan analisis bahasa sumber, konteks, struktur teks, dan interpretasi teologis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BIB201
Mata kuliah ini membahas perkembangan doktrin, tradisi, gerakan gereja, dan pemikiran teologis dalam konteks sejarah. Pembahasan diarahkan untuk memperdalam studi historika dengan perhatian pada hubungan sejarah dan perkembangan teologi. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada perubahan konteks, tradisi, gerakan gereja, dan pembentukan pemikiran teologis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO201
Mata kuliah ini membahas sejarah gereja Timur, tradisi dan institusi gerejawi, tokoh, peristiwa penting, dan kontribusi terhadap Kekristenan. Pembahasan diarahkan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan gereja di luar tradisi Barat. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada keragaman tradisi, sejarah, institusi, dan kontribusi gereja Timur. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO204
Mata kuliah ini membahas praktik pelayanan dengan tanggung jawab yang semakin mandiri, keterampilan pelayanan, kerja tim, evaluasi pengalaman, dan refleksi teologis. Pembahasan diarahkan untuk melanjutkan pembentukan kompetensi praktik pelayanan secara bertahap. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada kemandirian, tanggung jawab, evaluasi, dan integrasi pembelajaran dengan pengalaman. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL205
SEMESTER 5
Total Beban Studi: 22 SKS
Mata kuliah ini membahas tema-tema teologis utama Perjanjian Lama berdasarkan studi biblika dan eksegese. Pembahasan diarahkan untuk menyusun pemahaman teologis Perjanjian Lama secara lebih terintegrasi. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan tema, perkembangan teologi, teks, dan relevansi bagi gereja. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BIB202
Mata kuliah ini membahas tema dan pokok teologis utama Perjanjian Baru berdasarkan tulisan kanonik dan hasil eksegese. Pembahasan diarahkan untuk mengintegrasikan hasil studi Perjanjian Baru menjadi pemahaman teologis yang koheren. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan tulisan kanonik, tema teologis, hasil eksegese, dan pelayanan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BIB203
Mata kuliah ini membahas teori dan praktik penyusunan serta penyampaian khotbah yang setia pada teks, terstruktur, relevan, komunikatif, dan membentuk jemaat. Pembahasan diarahkan untuk membangun kompetensi dasar berkhotbah berdasarkan teks Alkitab. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan eksegese, struktur khotbah, komunikasi, konteks, dan aplikasi. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BIB201 + BIB202 + BIB203
Mata kuliah ini membahas teologi, prinsip, struktur, unsur, dan praktik liturgi gerejawi dengan perhatian pada ibadah Pentakostal. Pembahasan diarahkan untuk membangun pemahaman liturgis yang teologis, partisipatif, dan kontekstual. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan ibadah, musik, liturgi, partisipasi jemaat, dan teologi Pentakostal. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL203
Mata kuliah ini membahas pokok-pokok teologi Pentakosta, karya Roh Kudus, Kristologi, soteriologi, eklesiologi, spiritualitas, misi, dan karakter teologi Pentakostal. Pembahasan diarahkan untuk membangun pemahaman sistematis mengenai identitas dan pokok-pokok teologi Pentakosta. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan doktrin, spiritualitas, misi, gereja, dan kehidupan pelayanan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO101 + PEL201
Mata kuliah ini membahas dasar biblika dan teologis misi, penginjilan, penanaman gereja, misi lintas budaya, kontekstualisasi, dialog antariman, dan strategi pelayanan. Pembahasan diarahkan untuk membangun kerangka misiologi untuk pelayanan dalam masyarakat majemuk. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan misi, konteks budaya, penginjilan, gereja, dialog, dan pelayanan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO203
Mata kuliah ini membahas administrasi, organisasi, perencanaan, pengelolaan sumber daya, keuangan, program, evaluasi, dan manajemen gereja. Pembahasan diarahkan untuk membangun kemampuan mengelola pelayanan gerejawi secara terencana dan bertanggung jawab. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan kepemimpinan, organisasi, sumber daya, akuntabilitas, dan pelayanan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL204
Mata kuliah ini membahas perumusan masalah, kajian pustaka, desain penelitian, pendekatan kualitatif dan kuantitatif, pengumpulan data, analisis, etika, dan penulisan ilmiah. Pembahasan diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan dasar metodologis untuk melakukan penelitian sosial dan teologi. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan pertanyaan penelitian, data, analisis, etika, dan karya ilmiah. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: —
Mata kuliah ini membahas perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kerja tim, kepemimpinan pelayanan, dan refleksi pengalaman lapangan. Pembahasan diarahkan untuk meningkatkan kemandirian mahasiswa dalam pelayanan gerejawi. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada integrasi pengetahuan, keterampilan, sikap pelayanan, kepemimpinan, dan refleksi. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL208
SEMESTER 6
Total Beban Studi: 18 SKS
Mata kuliah ini membahas penggalian teks, ide utama, struktur khotbah, argumentasi, ilustrasi, aplikasi, penyampaian, dan evaluasi khotbah ekspositori. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan praktik berkhotbah ekspositori yang berangkat dari hasil penggalian teks. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan eksegese, struktur, komunikasi, aplikasi, dan evaluasi khotbah. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL301 + BIB202 + BIB203
Mata kuliah ini membahas doktrin Allah, Kristus, Roh Kudus, manusia, dosa, keselamatan, gereja, dan eskatologi secara sistematis dalam perspektif Injili-Pentakostal. Pembahasan diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai disiplin teologi menjadi kerangka doktrinal yang koheren. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan teologi biblika, historika, sistematika, Pentakosta, dan pelayanan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: BIB301 + BIB302 + TEO204 + TEO301
Mata kuliah ini membahas misi Kristen, pemberdayaan masyarakat, analisis konteks sosial, pengembangan kapasitas komunitas, pelayanan holistik, keadilan sosial, kemitraan, dan transformasi. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan pendekatan misi yang tidak hanya memberitakan iman tetapi juga memperhatikan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan misi, konteks sosial, pelayanan holistik, kemitraan, dan transformasi. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: MIS301
Mata kuliah ini membahas integritas pemimpin, relasi pelayanan, tanggung jawab, konflik kepentingan, kerahasiaan, penggunaan sumber daya, dan keputusan etis. Pembahasan diarahkan untuk menerapkan prinsip etika Kristen pada persoalan nyata dalam pelayanan gereja. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan karakter, tanggung jawab, relasi, kekuasaan, sumber daya, dan keputusan. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL202 + PEL206
Mata kuliah ini membahas isu teologi kontemporer, perubahan budaya, modernitas, postmodernitas, pluralisme, teknologi, keadilan sosial, dan persoalan masyarakat. Pembahasan diarahkan untuk membekali mahasiswa membaca perkembangan teologi dan tantangan masyarakat masa kini secara kritis. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan doktrin, perubahan budaya, isu sosial, teknologi, dan respons teologis. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO302
Mata kuliah ini membahas doa, penyembahan, firman, komunitas, karunia Roh, disiplin rohani, pembentukan karakter, dan kehidupan yang dipimpin Roh Kudus. Pembahasan diarahkan untuk membangun pemahaman dan praktik spiritualitas Pentakosta. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan kehidupan rohani pribadi, komunitas, pelayanan, dan pembentukan karakter. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO301
Mata kuliah ini membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan, kajian pustaka atau landasan teori, metodologi, dan rencana penelitian. Pembahasan diarahkan untuk membimbing mahasiswa mengubah gagasan penelitian menjadi proposal yang terstruktur. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan masalah, tujuan, kajian pustaka, metodologi, dan kelayakan penelitian. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: RIS301
Mata kuliah ini membahas kemandirian, kepemimpinan, integrasi kompetensi teologi dan pelayanan, evaluasi program, dan refleksi kesiapan pelayanan lapangan. Pembahasan diarahkan untuk menyiapkan mahasiswa menuju praktik pelayanan yang lebih mandiri dan integratif. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan pengetahuan teologi, keterampilan pelayanan, kepemimpinan, evaluasi, dan refleksi. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL304
SEMESTER 7
Total Beban Studi: 10 SKS
Mata kuliah ini membahas pengolahan dan analisis data, penyajian hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan, implikasi, penyempurnaan naskah, dan pertanggungjawaban akademik. Pembahasan diarahkan untuk membimbing mahasiswa menyelesaikan penelitian skripsi secara sistematis. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan data, analisis, pembahasan, kesimpulan, implikasi, dan komunikasi hasil. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: RIS401
Mata kuliah ini membahas pertanggungjawaban iman Kristen secara rasional, biblis, teologis, dan kontekstual dalam dialog dengan ateisme, sekularisme, pluralisme, serta tantangan intelektual. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan dan mempertahankan keyakinan Kristen secara bertanggung jawab. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan iman, argumentasi, konteks intelektual, dialog, dan kesaksian. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: TEO302
Mata kuliah ini membahas diakonia transformatif, iman, keadilan sosial, pemberdayaan, advokasi, kepedulian terhadap kelompok rentan, dan transformasi masyarakat. Pembahasan diarahkan untuk mengembangkan pemahaman dan praktik pelayanan sosial yang berorientasi pada perubahan yang bermakna. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan iman, pelayanan, keadilan, pemberdayaan, dan transformasi. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: MIS302
SEMESTER 8
Total Beban Studi: 6 SKS
Mata kuliah ini membahas praktik pelayanan lapangan yang mengintegrasikan pastoral, konseling, khotbah, ibadah, etika, misi, kepemimpinan, dan spiritualitas. Pembahasan diarahkan untuk menjadi tahap integrasi kompetensi teologi dan pelayanan dalam konteks nyata. Mahasiswa diajak memahami konsep-konsep utama secara terstruktur, kemudian menghubungkannya dengan persoalan yang muncul dalam studi teologi dan pelayanan gerejawi. Perhatian diberikan pada hubungan pembelajaran kelas, pengalaman lapangan, supervisi, evaluasi, dan refleksi. Proses pembelajaran menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar yang aktif dalam membaca, mengamati, menganalisis, berdiskusi, menyusun gagasan, dan melakukan refleksi. Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada penguasaan istilah atau informasi, tetapi diarahkan kepada kemampuan menjelaskan hubungan antarkonsep dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Dalam konteks akademik, mata kuliah ini membantu mahasiswa membangun cara berpikir yang tertib, kritis, dan reflektif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan konsep, menemukan pokok persoalan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan hasil pemahaman secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan pembelajaran. Dalam konteks gereja, materi diarahkan agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara pengetahuan teologis dan kebutuhan nyata umat serta pelayanan. Karena itu, pembahasan selalu dihubungkan dengan tanggung jawab, integritas, konteks, dan tujuan pelayanan.
Prasyarat: PEL403 + PEL206 + PEL207 + PEL301 + PEL401 + PEL302 + PEL402 + MIS301 + TEO301
CATATAN AKADEMIK
Prasyarat dalam dokumen ini mengikuti matriks prasyarat yang telah disusun untuk Kurikulum 2025. Prasyarat wajib dimaksudkan sebagai mata kuliah yang harus dinyatakan lulus sebelum mata kuliah tujuan diprogramkan. Untuk keperluan pengesahan sebagai pedoman akademik resmi, matriks prasyarat perlu ditetapkan melalui keputusan program studi/institusi.
SEMESTER 1
SEMESTER 2
SEMESTER 3
SEMESTER 4
SEMESTER 5
SEMESTER 6
SEMESTER 7
SEMESTER 8
📝 Klik, lihat Kurikulum Tahun 2022 Program Studi Sarjana Teologi
–


